Makanan Penyebab Nyut-nyut

Penyakit muncul bukan karena saja karena perubahan sistem atau kerusakan sel tubuh. Makanan bisa juga menjadi pemicu rematik arthristis (RA). Termasuk camilan kesukaan, bisa juga memperbesar kemungkinan Anda terserang RA.

                        Gejala arthristis rematik umumnya muncul pada usia 35-50 tahun. Perempuan tiga kali lebih besar kemungkinan terserang disbanding laki-laki. Dunia kedokteran mengartikan RA sebagai gangguan autoimun yang menimbulkan peradangan di lapisan persendian.
                           Limfosit, sel-sel kekebalan tubuh, yang seharusnya bertugas melindungi  tubuh dari serangan zat asing justru berperan sebaliknya. Sel tersebut malah menyerang persendian yang menyebabbkan rasa sakit di jari tangan, kaki, siku, atau pergelangan tangan. 
                       Peneliti memperkirakan RA disebabkan adanya kombisanasi faktor genetic dan lingkungan. Lingkungan bisa dipicu oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Itu seperti dikatakan dokter penyakit dalam dari Amerika Serikat, Leo Galland, dalam bukunya The Fat Resistance Diet. Buku itu ditulis berdasarkan pengalaman pasien RA-nya  yang menjalani jenis diet antiperadangan. “ Rasa sakit dan kaku berkurang banyak “, kata Leo.
                   Jadi, tidak perlu khawatir. Makan daging masing diperbolehkan disantap asal bebas lemak. Camilan pun bisa dilahap sejauh bukan keripik asin melainkan kacang-kacangan. Buah-buahan dan sayuran kaya antioksidan, biji0bijian tinggi serat, serta lemak baik dapat mengurangi sakit RA.
                    Lalu, apa saja makanan yang ‘pegang rahasia’ bebas RA itu ?
1.       Daging merah, unggas, telur, dan mentega. Produk hewan ini mengandung lemak jenuh yang merugikan sehingga meningkatkan peradangan dalam tubuh. Sekali dikonsumsi, sel darah akan mengeluarkan lebih banyak sinyal peradangan dalam hitungan jam saja. Bagi penderita RA, artinya bakal terasa linu pada otot, rasa panas pada perut, lelah dan pusing.
2.       Keripik dan margarine. Makanan camilan ini mengandung asam lemak trans (ALT) yang dapat menaikkan kadar LDL (lemak jahat) dan menurunkan kadar HDL (lemak baik) darah. Penelitian menunjukkan ALT memicu peradangan dua kali lebih berbahaya dibandingkan lemak jenuh. ALT banyak ditemui dalam makanan kemasan yang membutuhkan proses terlebih dulu.
3.       Kue, roti, roti putih, kentang, dan beras giling. Jenis makanan ini tinggi indeks glikemik yang cepat diuraikan menjadi gula, menambah tingkatan insulin yang menyebabkan peradangan. Kalau memang tidak bisa dihindari, begitu melahap makanan manis segera imbangi dengan protein yang bisa memperlambat penguraian gula menjadi glukosa.
Susu dan produk tepung. Beberapa jenis makanan bereaksi buruk pada tubuh seperti bengkak, pusing kepala dan sindrom iritasi usus (irritable bowel syndrome/IBS). Bila sudah memiliki alergi makanan tertentu, system kekebalan bakal memproduksi antibiotic setiap kali dikonsumsi makanan tersebut. Dan berakhir dengan peradangan. Untuk itu, batasi makanan yang mengganggu saluran pencernaan.

Tidak ada komentar: