Kepiting,..Halalkah Untuk Dikonsumsi

Indonesia merupakan Negara dengan kuliner hasil laut yang beraneka ragam, salah satunya dengan bahan kepiting. Jangan  tanya nikmatnya rasa masakan dengan daging kepiting, namun halalkah untuk dikonsumsi ?????

           Kepiting merupakan hewan yang hidup di kawasan perairan Indonesia, dan ada tiga jenis hewan kepiting yang paling populer dikalangan masyarakat Indonesia yaitu, Ranjungan yang merupakan kepiting yang hidup di perairan laut, ada pula kepiting yang hidup didarat yang bisa disebut yuyu dan sering digunakan untuk pakan ternak, yang terakhir adalah kepiting yang hidup si tambak air payau, sering disebut kepiting tambak atau kepiting bakau.Kepiting tambak ini pun ada 4 (empat) jenis, namun masyarakat hanya mengenal   kepiting tambak dengan satu jenis saja dikarenakan bentuknya yang sama persis. Selain banyak ditemukan diperairan ternyata Hewan yang memiliki lima pasang kaki ini memang sering dan mudah juga untuk dijumpai dipasar-pasar tradisional,supermarket, kedai-kedai pinggir jalan sampai restoran-restoran ternama diberbagai belahan dunia sebagai olahan makanan seafood yang begitu nikmat dan menggugah selera seperti, kepiting lada hitam, kepiting saus tiram, kepiting gulai atau sekedar di rebus dan dibakar.

Kepiting Mengandung Nutrisi yang Bermanfaat Bagi Tubuh

Hewan bercapit dan bercangkang keras ini memang memiliki daging yang lembut dan empuk seperti daging ikan. Selain itu, dibalik kelezatan daging kepiting yang begitu digemari penikmatnya, ternyata kepiting juga memiliki banyak kandungan nutrisi yang sangat baik untuk kesehatan tubuh. Kandungan-kandungan nutrisi yang terdapat pada dagiung kepiting diantaranya yaitu , zat protein yang tinggi yang berfungsi vital bagi tubuh sebagai pembentuk enzim, pembentukan sel rusak, pengatur metaboloisme, dan pembentukan kesehatan syraf dan kulit. Daging kepiting juga memiliki kandungan vitamin B12 yang baik untuk menghasilkan energi dan pertumbuhan, meningkatkan metabolisme , asam amino dan asam lemak, serta meningkatkan kesehatan syaraf dan kulit. Seperti hewan laut lainnya daging kepiting juga kaya akan Asam lemak omega-3 yang berfungsi kenurunkan kadar kolesterol jahat dalam darah sehingga mencegah penyakit kardiovaskular (jantung), meningkatkan kekebalan tubuh, meningkatkan fungsi sistem syaraf serta  kesehatah mata, dan meningkatkan kecerdasan otak bila diberikan pada anak-anak yang sedang dalam pertumbuhan. Mineral selenium juga berperan sebagai antioksidan untuk mencegah kerusakan sel dari radikal bebas penyebab kanker dan penyakit jantung. Selenium juga terdapat dalam daging kepiting yang diyakini mampu mencegah kanker mengrusakan kromosom, juga meningfkatkan daya tahan tubuhterhadap  infeksi virus dan dan bakteri serta mencegah peradangan. Mineral coppernyapun berfungsi sebagai komponen enzim redox,pembentukan sel darah merah, oto saraf, tulang dan otak serta mencegah penyakit tulang dan saraf. Mineral zinc kepiting juga berfungsi untuk komponen pembentuk enzim-enzim tubuh, sel darah merah, sistem kekebalan tubuh, mencegah pembesaran prostat, serta dapat mencegah kerontokan rambut.
           Meski mengandung berbagai nutrisi penting yang baik untuk kesehatan tubuh, ternyata kepiting juga mengandung kolesterol yang cukup tinggi yaitu 76Mg/100gr. Maka dari itu disarankan pula untuk mengidap asam urat atau gout untuk menghindari  atau membatasi mengkonsumsi kepiting, hal ini dikarenakan kepiting mengandung basa purin yang dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Ternyata bukan hanya dagingnya saja yang bernilai tinggi dan bisa diolah sebagai makanan lezat yang kaya akan nutrisi, tetapi cangkangnya yang keras pun memiliki nilai lebih yang juga memiliki beberapa manfaat. Kulit kepiting bisa diekspordalam bentuk kering yang bisa diolah sebagai sumber chitin, chitosan dan karotenoid yang dimanfaatkan oleh berbagai industri sebagai bahan baku obat, kosmetik, pangan, dan lain-lain. Bahan-bahan tersebut memegang peran sebagai anti vital dan anti bakteri. Selain itu, dapat juga digunakan sebagai bahan pengawet makananyang murah dan aman.

Kepiting, Halalkah Untuk Dikonsumsi ?
        Namun, Dibalik kelezatan dan begitu kaya akan manfaat, ternyata kepiting menuai banyak kontrofersi mengenai kehalalannya untuk dikonsumsi, karena dikalangan kaum muslimin mengetahui tentang kehalalan makanan yang akan dikonsumsi adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Mengena hukum kepiting ini pun, terdapat dua pendapat, ada beberapa yang mengatakan bahwa kepiting haram dan tidak sedikit pula yang berpendapat bahwa kepiting merupakan hewan yang halal, mereka yang mengharamkan kepiting beranggapan bahwa kepiting merupakan hewan dua alam yangmenurut beberapa hadis merupakan hewan yang dilarang untuk dimakan. Tetapi para pakar peneliti kepiting berpendapat bahwa kepiting bukanlah termasuk hewan yang tinggal di dua alam atau amphibi, hal itu dikarenakan kepiting merupakan hewan yang bernafas dengan unsang. Kepiting memang bisa bertahan di darat beberapa hari, kerena insangnya dapat menyimpan air, sehingga ia mampu untuk tetap bisa bernafas. Tetapi jika air yang berada dalam insangnya tidak ada, dia akan mati. Selain itu kepiting merupakan hewan yang tidak bertelur didarat, melainkan di air karena memerlukan oksigen dalam air. Jadi kepiting merupakan hewan yang berhabitat di air. Penjelasan bahwa kepiting bukan hewan amphibi juga disampaikan oleh ahli dari Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Institut Pertanian Bogor (IPB). Sehingga hukum kepiting kembali ke asalnya yaitu halal. Fatwa kehalalan tentang pengkonsomsian kepitingpun disahklan MUI melalui Rapat komisi fatwa pada tanggal 15 juni 2002 berdasarkan dari uraian ilmiah yang diterangkan pada ahli tentang menyatakan bahwa kepiting merupakan binatang air, dengan demikian hukum kepiting yang bisa dikonsumsi di Indonesia dan hidup di satu alam saja yaitu  di air adalah halal, baik untuk dikonsumsi, dijual dan diternakkan sepanjang tidak menggunakan bahan yang dilarang syariah (hta)



Sumber; Majalah keluarga MUZAKKI Juli 2011

Tidak ada komentar: