Tablet Jadul Ternyata Ada Ya.....Ini Dia 5 Tablet Jadul Itu

5 Tablet Jaman Dahulu Dengan Bodi Kekarnya

Tak disangka ya ternyata tablet sudah ada sejak tahun 1980an. Berikut 5 tablet jaman dahulu yang mempunyai bobot berat dan body kekar serta harga yang luar biasa mahalnya.

1. Apple Newton MessagePad

Apple jauh-jauh hari ternyata sudah membuat sebuah tablet sebagai cikal bakal dari iPad. Tablet versi jadul yang bernama Newton itu sejatinya telah dikembangkan sejak tahun 1987, tetapi benar-benar memulai petualangannya pada tahun 1993 setelah dijual oleh Apple dengan harga cukup murah, sekitar Rp 11 jutaan per unitnya. Newton MessagePad memiliki total 6 jenis hingga tahun 1998, atau tahun dihentikannya proyek tablet Newton.


Secara garis besar, tablet milik Apple itu memiliki berat setengah kilogram dengan layar selebar 6 inci beresolusi 480 x 320 piksel. Hebatnya, tablet ini bisa dijadikan sebuah PC, layaknya tablet hybrid saat ini. Bedanya, Newton MessagePad harus disambungkan pada sebuah keyboard eksternal yang diikutkan pada paket penjualan. Tablet ini juga telah mampu membaca file macam Ms Word dan Excel.

2. Fujitsu Stylistic 1000

Sebagai perusahaan yang kini terkenal sebagai produsen kamera, Fujitsu dulu pernah membuat sebuah tablet 8 inci pada tahun 1996. Menariknya, tablet dengan resolusi layar 640 x 480 piksel itu dijual dengan 2 pilihan layar, monokrom dan warna (256-color CTSN). Kedua versi Stylistic 1000 dibekali dengan sistem operasi Windows 95 dengan bantuan prosesor AMD 100 MHz dan RAM berkisar antara 8 hingga 40 MB.
Stylistic 1000 memiliki harddisk hingga 340 MB yang membuat bobotnya melonjak hingga 1,7 kilogram dengan ketebalan 4 cm. Cukup tebal dan berat untuk sebuah tablet dengan banderol Rp 30 jutaan.


3. Toshiba T100X

Perusahaan asal Jepang, Toshiba berusaha membuat terobosan dengan meluncurkan komputer berbasis pulpen bernama T100X dengan bobot yang termasuk ringan pada zamannya, di tahun 1993. Ringan yang dimaksud di sini adalah mencapai 1,5 kilogram untuk tablet dengan layar 9,5 inci (640 x 480 piksel) itu.

T100X berotakkan prosesor Intel 386 berkecepatan 25 MHz. RAM dari T100X sedikit lebih baik dari GRiDPad, sekitar 4 MB. T100X mempunyai baterai NiMH yang bisa bertahan hingga 2 sampai tiga jam untuk penggunaan normal sistem operasi Windows 3.1.

Tablet yang ditujukan untuk kalangan pengusaha ini dibanderol dengan harga mencapai Rp 40 jutaan minus pembaca disket yang dijual secara terpisah.


4. Atari STylus

Dua tahun setelah GRiDPad hadir, Atari sebagai salah satu produsen game terkemuka pada saat itu juga menghadirkan sebuah tablet yang sayangnya tak sampai ke pasaran. Proyek Atari STylus terpaksa dibatalkan seiring dengan ditemukannya masalah serius pada akurasi penulisan stylus-nya.
Salah satu spesifikasi yang diandalkan oleh STylus adalah prosesor 68000 milik Motorola yang juga dipakai di konsol game Sega Genesis yang memiliki RAM 1 MB.

Atari STylus diketahui tidak memiliki media penyimpanan internal. Sehingga pengguna harus menambahkan kartu penyimpanan tambahan.





5. Tablet GriDpad

Tablet yang dirilis pada tahun 1989 ini termasuk jajaran tablet pertama yang diproduksi untuk massal. Ukurannya? Tak tanggung-tanggung, GRiDPad memiliki layar 10 inci dengan bobot mencapai 2 kilogram! Tebal tablet dengan layar monokrom ini pun mencapai 3,6 cm. Padahal tablet-tablet keluaran Apple dan Samsung kini tebalnya tak sampai 1 cm.


Spesifikasi yang diusung oleh GRiDPad tergolong lumayan pada masanya dengan menyertakan prosesor 80C86 berkecepatan 10 MHz, dibantu RAM 1 MB. Yang juga bikin gerah, Anda harus bersiap dengan tambahan bobot hingga 1,4 kilogram jika ingin memori internal sebesar 20 MB saja.
GRiDPad berjalan dengan sistem operasi DOS 3.3 yang bisa mengenali sentuhan dan juga tulisan tangan lewat sebuah stylus.

Jika berminat, pembeli harus menyerahkan mahar hingga Rp 30 juta, bila ingin tambahan software, biaya tambahan tak kurang dari Rp 6 juta harus ditambahkan untuk membawa pulang versi lengkap GRiDPad. Menariknya, tablet ini laku hingga 10 ribu unit pada tahun 1990.







 

Tidak ada komentar: